10 November di Surabaya dan 4 November di Jakarta

10 November di Surabaya dan 4 November di Jakarta

10 November adalah hari dimana arek – arek Surabaya dan masyarakat Indonesia berjuang keras melawan para penjajag. Terlebih lagi para santri dan ulama yang terus membakar semangat mereka dengan seruan takbir di setiap saat dalam pertempuran. Mereka semakin berkobar semangatnya setelah orator Bung Tomo menyerukan orasinya untuk para pejuang untuk tetap mempertahankan kesatuan NKRI supaya tidak direbut oleh tangan para penjajah. Dan lagi – lagi Bung Tomo mengakhiri orasinya dengan teriakan takbir sebanyak tiga kali.

Beberapa hari sebelum itu, tepatnya pada tanggal 22 Oktober seorang ulama besar NU, KH Hasyim Asy’ari memerintahkan kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia supaya berjuang habis – habisan melawan penjajah. Perintah ini disebut dengan seruan Resolusi Jihad. Banyak dari pesantren – pesantren di seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa supaya melaksanakan perintah ini. 

Hal ini karena mereka ingin mendapatkan puncak kebahagiaan dan amaln tertinggi selama hidup di dunia. Orang – orang muslim juga memiliki slogan yang mampu membakar semangat mereka untuk melawan para penjajah, “Hidup Mulia Atau Mati Syahid”. Slogan ini kemudian di ubah supaya bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia menjadi “Merdeka Atau Mati”.

Resolusi Jihad memiliki pengaruh besar dalam dalam perang 10 November di Surabaya. Selain membunuh Jendral Mallaby, Revolusi Jihad juga berhasil mengusir para penjajah dari Surabaya. Padahal para penjajah itu menggunakan alat – alat canggih dan modern jika dibandingkan dengan para pejuang di Indonesia yang menggunakan alat seadanya. Karena perjuangan mereka yang begitu keras dan mampu membunuh seorang jendral belanda, 10 November menjadi hari yang diperingati oleh seluruh masyarakat di Indonesia sebagai Hari Palawan.


Peristiwa ini bisa jadi terulang pada 4 November di Jakarta. Di mana umat Muslim di Indonesia tersakiti dan merasa dihina oleh seseorang yang saat ini sedang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama. Umat muslim akan melakukan unjuk rasa besar – besaran di Jakarta, karena aparat kepolisian telah menunda-nunda masalah Ahok yang telah menistakan Agama Islam. Dengan berbagai alasan, pihak polisi selalu menunda – nunda persoalan ini. 

Bahkan Bareskrim menyatakan bahwa jika ingin memenjarakan Gubernur harus izin terlebih dahulu kepada Presiden. Namun, setelah mengeluarkan pernyataan tersebut Mahkamah Konstitusi (MK) membantah keputusan itu dengan tegas. Pernyataan ini sebagai bukti bahwa Ahok telah melanggar perundang – undangan, dan hanya tinggal izin Presiden. Namun, jika kita perhatikan Gubernur – gubernur yang sedang menjabat di beberapa daerah seperti Sumatra Utara, Belitung, dan Sulawesi Utara, mereka dipenjarakan tanpa harus meminta izin kepada Presiden. Fakta yang terjadi kian terbuka lebar yang menunjukan bahwa aparat kepolisian dan presiden ingin melindungi seorang penista Agama!

Wajar jikalau umat Islam di seluruh Indonesia marah atas keputusan ini. Umat Muslim di seluruh Indonesia juga telah menyepakati pada tanggal 4 November nanti, Umat Muslim akan melakukan aksi besar-besaran demi menegakkan keadilan. Tidak menutup kemungkinan jika peristiwa 10 November pada masa penjajahan di Surabaya akan terulang pada 4 November di Jakarta. 

Bedanya, yang dilawan oleh umat islam sendiri adalah Ahok dan para pendukungnya. Kejadian ini telah disampaikan sendiri oleh Presiden RI pertama, Ir Soekarno. “Perjuanganku lebih mudah karena melawan para penjajah, sedangkan perjuangan kalian akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri!”

Meskipun pihak Ahok telah menyiapkan antisipasi untuk menggagalkan rencana ini. Namun, kita ingat kembali pada peristiwa 10 November di Surabaya. Para penjajah yang menggunakan alat – alat canggih dikalahkan oleh bangsa Indonesia yang hanya menggunakan senjata seadanya.

Umat muslim telah bangkit dan bersatu. Umat Muslim Indonesia juga memiliki target seminimal - minimalnya untuk menduduki Istana Negara jika Ahok tidak segera ditindak secara hukum yang ada di Indonesia. Umat Muslim Indonesia akan membuktikan jati dirinya sebagai umat yang berani serta menegakkan keadilan di Bumi Pertiwi. Karena Umat Muslimlah Indonesia mampu meraih kemerdekaan dari para penjajah, karena Umat Muslimlah Indonesia saat ini dikenal sebagai negara yang ramah, sopan, dan santun. Tentunya umat muslim akan sangat marah jika ada penista Agama Islam di Tanah Air Indonesia, negeri dengan penduduk Muslim Terbesar di Dunia.

Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

1 komentar