ARTIKEL TERBARU

Perkembangan Uang Indonesia Dari Masa Ke Masa

Dalam pembahasan kali ini kita akan mengangkat topik  tentang perkembangan uang di Indonesia dari masa ke masa. ini sangat menarik, karena masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui sejarah atau bagaimana munculnya mata uang Rupiah di negara kita tercinta. Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak tulisan berikut ini.

Sebelum adanya negara Indonesia, dulu banyak sekali bermacam – macam kerajaan. Seperti, kerajaan Mataram, Sriwijaya, Majapahit, dan masih banyak lagi. Pada masa itu, jual beli seudah mulai berjalan, bukan dengan barter, melainkan dengan uang yang berupa logam, bukan kertas. Bahan pembuatanya masih berupa emas atau perak.

Setelah penjajah Belanda datang menjajah kerajaan – kerajaan, barulah pemerintah Hindia Belanda (sebutan wilayah Indonesia sebelum merdeka) mendirikan De Javasche Bank tahun 1828. De Javasche Bank ini menjadi cikal bakal Bank Indonesia sekarang. De Javasche Bank menerbitkan mata uang Sen dan Gulden. Kedua jenis uang ini diciptakan khusus untuk dipergunakan di Hindia Belanda saja. Berikut adalah uang Sen dan Gulden pada masa itu.

maszain
Tentara Jepang mengambil alih kependudukan Belanda atas Hindia-Belanda Pada tahun 1942. Pada masa ini, Jepang membuat kebijakan untuk menarik semua uang terbitan Belanda dan kemudian menyusun bank Nanpo Kaihatsu Ginko. Melalui bank ini dicetaklah uang dengan nama “Gulden Hindia Belanda”. Salah satu perbedaan yang paling menonjol adalah tulisan De Javasche Bank (Belanda), sedangkan terbitan Jepang bertuliskan De Japansche Regeering. Baca : Pahlawan perjuangan indonesia

maszain
Menjelang berakhirnya pendudukan di Indonesia, Jepang mencetak uang baru lagi. Hal ini dilakukan oleh Jepang untuk menarik perhatian masyarakat Indonesia, seupaya persahabatan dengan Jepang tetap terjalin. Pasalnya uang yang tercetak kali ini berbahasa Indonesia dan diberi nama “Rupiah Hindia Belanda”. Nah, setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, ketiga uang ini, baik gulden terbitan Belanda, gulden cetakan Jepang, dan Rupiah Hindia Belanda, semuanya masih tetap digunakan oleh masyarakat. Karena masih berada dalam proses pemulihan bangsa.

Namun, ketika tentara Sekutu mendarat di Indonesia dan berusaha menduduki Indonesia kembali, keadaan menjadi lebih kacau. Tentara sekutu ini dikenal sebagai Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Setelah kejadian ini, mereka menarik semua Gulden yang dulu pernah dicetak sebelum masa pendudukan Jepang. Untuk kemudian diganti dengan menerbitkan uangnya sendiri di Indonesia Timur yang banyak disebut sebagai “Gulden NICA” atau uang NICA. Berikut adalah gambar uang tersebut.


maszain
Jika diperhatikan pada gambar uang NICA di atas, tulisan yang digunakan menggunakan bahasa Belanda. Bahkan gambarnya pun berupa Ratu Wilhelmina, Kepala Negara Belanda saat itu. Begitu juga lambang kerajaannya. Karena hal-hal para pejuang kemerdekaan menolak uang itu. Dan saat uang NICA mulai masuk ke wilayah pulau Jawa, Bung Karno segera mendeklarasikan bahwa uang NICA itu ilegal. Sebagai alternatifnya, uang Rupiah Hindia Belanda cetakan Jepanglah yang dijadikan pilihan untuk digunakan alat pembayaran pada saat itu, khususnya di wilayah Jawa dan Sumatra. Baca Juga : Kehebatan Bangsa Indonesia

Sejarah Oeang Republik Indonesia (ORI)
Kemudian pemerintah Indonesia yang baru lahir pada tanggal 17 Agustus 1945 mulai mengambil langkah-langkah untuk menerbitkan uang sendiri. Kendalanya adalah sumber daya yang dibutuhkan untuk mencetak uang cukup besar. Selain itu, tentara Sekutu berusaha menyerang pabrik percetakannya untuk mencegah adanya penerbitan uang tersebut.

Setelah melewati masa sulit, akhirnya pemerintah Indonesia berhasil merilis uang pertamanya pada 3 Oktober 1946, dikenal juga sebagai Oeang Republik Indonesia (ORI). Saat itu dideklarasikan bahwa semua uang terbitan Jepang harus ditukar dengan ORI hingga tanggal 30 Oktober 1946. Standar nilai tukarnya ditetapkan dengan patokan 50 Rupiah Hindia Belanda = 1 ORI. Pemerintah juga menyatakan bahwa satu ORI setara dengan 0.5 gram Emas. Rupiah Hindia Belanda yang masih beredar setelah bulan Oktober sudah tidak berlaku lagi.

Beberapa waktu kemudian, ORI mengalami beberapa masalah. Karena pemerintah mencetaknya dalam jumlah banyak, dengan maksud untuk mengisi kas negara. Namun, dampak pada inflasi yang lumayan tinggi. Hal tersebut sesuai hukum ekonomi.

Setelah keadaan NKRI semakin membaik, pemerintah berupaya untuk menghapuskan hal-hal yang berbau Belanda dalam hal keuangan. Salah satunya adalah, menggantikan mata uang terbitan Belanda yang berdenominasi rendah dengan koin Rupiah pecahan 1, 5, 10, 25, dan 50 sen, serta penerbitan uang kertas 1 dan 2 1/2 Rupiah.

Selain itu pemerintah juga merubah nama De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia. Pada tahun 1952-1953, Bank Indonesia mulai merilis uang kertas baru, mulai dari 1 Rupiah hingga 100 Rupiah. Ini menandai periode baru dalam sejarah Rupiah, dimana penerbitan dan peredaran uang kertas Rupiah kini menjadi tugas Bank Indonesia, sedangkan uang koin masih ditangani oleh Pemerintah secara terpisah. Barulah pada masa Orde Baru, Bank Indonesia diberi wewenang untuk mencetak dan menerbitkan uang rupiah, baik dalam bentuk koin ataupun kertas, serta mengatur peredaran sepenuhnya. Baca : Syarat Menjadi Warga Negara Indonesia

Begitulah sejarah perkembangan uang rupiah yang dijadikan mata uang resmi di negara Indonesia. Semoga kita semua menjadi tau dan menambah ilmu dengan informasi di atas. Sehingga, kita bisa lebih menghargai sejarah dan jasa para pahlawan yang telah berjuang pada masa penjajahan untuk kemerdekaan Indonesia.

Di bawah ini adalah hasil perkembangan uang rupiah Indonesia dari masa ke masa. Mulai dari awal kemerdekaan 17 Agustus 1945, hingga akhir tahun 2014.

Hampir setiap masa jabatan pemerintahan presiden uang rupiah terus dikembangkan hingga pada tahun 2016, pemerintahan mengeluarkan uang rupiah baru seperti gambar berikut:

maszainJika kita melihat gambar - gambar di atas, banyak sekali perubahan signifikan uang Indonesia dari masa ke masa. Bahkan sampai saat ini, pemerintah masih akan terus memperbaiki kekurangan atau kecacatan uang rupiah untuk diubah menjadi lebih baik lagi dan supaya sulit untuk memalsukan uang rupiah tersebut. 

Subscribe Our Newsletter

21 Responses to "Perkembangan Uang Indonesia Dari Masa Ke Masa"

  1. bagus desain uang negara kita

    http://prntscr.com/dnp20v

    ReplyDelete
  2. buat nambah ilmu, makasih infonya. Nice Artikel (y)

    ReplyDelete
  3. klo koleksi semuanya.. kira habis brp duit y..hhe

    ReplyDelete
  4. Uang Indonesia banyak ragamnya... Jadi pengen ngoleksi yang dulu dulu

    ReplyDelete
  5. Sedikit kecewa dengan uang keluaran 2016 karena model atau designnya yg kurang menarik :(

    ReplyDelete
  6. njeer yang tien gulden bagus banget :g

    ReplyDelete
  7. Saya suka desain uang rupiah 2016 lebih elegan, dan juga memperlihatkan pahlawan indonesia yg kuranh dikenal oleh rakyatnya sendiri.

    ReplyDelete
  8. makasih banget infonya, mata uang keluaran 2016 menurut ane simpel tapi terlihat mewah, pokonya sukka dehh

    ReplyDelete
  9. Jadi kangen uang gopek gambar orang utan jadinya :'v

    ReplyDelete
  10. dari semua itu yang dibawah uang kertasnya yah gan. kalo kita lihat sejarah uang kertas itu identik dengan inflasi.

    yuk kembali ke emas :D

    ReplyDelete
  11. Sekarang sudah semakin maju maka perubahan uang di Indonesia juga semakin berubah. Tapi kalau bisa uang lama jangan dibuang.

    ReplyDelete
  12. ukurannya kecil dari yang sebelumnya, lebih unyu, hehe

    ReplyDelete
  13. Lebih bagus ya disain yang sekarang, tapi ane belum megang uangnya hehehe

    ReplyDelete
  14. menurutku uang barunya kayak uang korea wakwa

    ReplyDelete
  15. Wah ternyata sejarah mata uang kita panjang dan berliku. Klo masih punya uang jaman penjajahan dulu harganya pasti mahal sekarang.

    ReplyDelete
  16. Dan sekarang udah 2017. uangnya juga makin bagus katanya

    ReplyDelete
  17. KISAH NYATA: IBU DARYUTI DARI TANJUNG PINANG

    Assalamu'Alaikum" Wr'Wb...
    Perkenalkan Nama saya Ibu Daryuti, asal Desa Teluk Bintan,Tanjung Pinang,
    saya menjadi tulang punggung Keluarga sejak suami saya meninggal,
    saya bekerja tanpa lelah untuk menghidupi 4 orang anak sejak di tinggal
    mati sang suami 5 thn yg lalu, sejak itu keputusasaan menghampiri sy,
    dan hampir meninggalkan ke 4 anak saya krn sy sdh tidak sanggup dengan
    kemiskinan yang sy alami dulu. Namun stelah menjelang beberapa hari datanglah
    tetangga sy dan menceritakan perubahan hidup yang dia alami,
    dia mempunyai banyak uang tanpa harus bekerja keras..
    dan dia bercerita tentang orang yang membantunya bernama KH.Fhatulla Harun,
    konon beliu bisa memberikan solusi masalah kemiskinan sperti yg sy alami ini..
    dan dengan tekat yang bulat sy minta nomor KH.Fhatulla Harun,
    ketika sy telpon pak haji, dan menceritakan permasalahan hidup saya.
    dan beliu brsedia membantu sy untuk kluar dari lumbung kemiskinan,
    sy sangat snang skali mendengarnya,, kemudian sy langsung mengiyakan
    segala syarat2 yg di pak haji sampaikan, 2 hari kemudian saya sudah merasakan keajaiban nyata
    terjadi di rumah saya, lemari tua yang ada di pojok kamar saya sudah
    penuh dengan lembaran uang pecahan ratusan ribu sy kaget terus pingsan,
    saat saya sadar uang itu betul2 nyata masih ada dalam lemari,
    syukur allhamdulillah saya ucapkan..Berkat campur tangan pak haji
    saya sudah punya banyak uang dan tidak akan perna habis sampai
    7 keturunan, Semua ini berkat UANG GAIB, PESUGIHAN PUTIH NABI SULAEMAN.
    Yang diberikan KH.Fhatulla Harun benar2 nyataSemua ini berkat UANG GAIB, PESUGIHAN PUTIH NABI SULAEMAN. dan ISLAMI serta tidak musyrik,
    Saya sangat berterima kasih kepada KH.Fhatulla Harun yg sudah bantu saya dan
    jadi member pak haji hingga kini, saya juga berjanji tidak lupa dgn kewajiban
    saya untuk slalu shalat dan menyubang di masjid dan panti asuhan.

    Untuk sanak saudara seiman dan setanah air yang ingin cepat kaya..
    jangan ragu untuk mengikuti ajaran KH.Fhatulla Harun krn ini pesugihan putih
    yang islami. dan persugian KH.Fhatulla Harun bisa di ikuti semua agama..
    dan anda pasti akan dibantu apapun yang ingin anda minta.
    Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.untuk lebih jelasnya Hubungi Nomor Beliau.085-217-085-317
    ATau Kunjungi Situs Beliau Klik=>> Pesugihan Tanpa Tumbal Asli Tahun 2017 | Uang Gaib | Dana Gaib | Uang Balik Nabi Sulaeman Terima Kasih Dan Semoga Jadi Pemenang Berikutnya, AMin . Wassalam.Kesaksian Kisah Nyata 2017

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel