Sabar Kunci Kesuksesan

Sabar Kunci Kesuksesan

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" (Al-Baqarah : 153)

Firman Allah inilah yang seringkali kita dengar di dalam Al-Qur'an. Dalam kehidupan di dunia ini Allah Swt menciptakan manusia semata-mata hanya untuk beribadah kepada-Nya, dan dalam mengahdapi kehidupan ini Allah juga menguji setiap hambanya, siapa paling bertakwa kepada Allah dan siapa yang ingkar atau kufur kepada-Nya.

Tidak ada yang tahu setiap isi hati manusia melainkan Allah Swt dan diri masing-masing. Ketika Allah memberikan suatu ujian, entah itu masalah atau musibah, hanya kita yang bisa mengambil keputusan, apakah kita mau bersabar? Atau mengeluh? Atau bahkan pasrah tidak melakukan apapun?

Ingatkah kita pada kisah Rasulullah Saw. yang membawa risalah Islam hingga saat ini tersebar sampai ke seluruh penjuru dunia. Di saat beliau ingin berdakwah di Thaif anak-anak yang bahkan masih kecil melempari batu ke baginda Rasulullah Saw. Manusia terbaik sepanjang masa dan juga tauladan bagi seluruh umat manusia.

Hanya karena beliau ingin berdakwah mengajak kepada kebenaran cahaya islam, dari anak-anak hingga orang dewasa dengan tega mengejek beliau, mengusir beliau, bahkan melempari beliau dengan batu hingga berdarah. Dan ketika Jibril datang kepada Rasulullah dan berkata: "Wahai Muhammad utusan Allah, apakah engkau ingin aku angkat gunung itu lalu aku timpakan kepada mereka (orang-orang Thaif)?"

Dengan lembut dan santun Rasulullah Saw. Menjawab: "Jikalau engkau timpakan gunung itu kepada mereka, lantas siapa yang akan melanjutkan dakwahku, dan siapa lagi yang akan aku dakwahi?". Seperti itulah tanggapan orang No.1 di dunia. Beliau tidak memikirkan balas dendam sama sekali, bahkan jika Rasulullah mau, Jibril bisa langsung menimpakan gunung ke atas kaum Thaif. Tapi begitu luar biasa kesabaran Rasulullah Saw meskipun orang paling mulia mendapatkan perilaku yang tidak seharusnya terjadi pada beliau.

Mengambil pelajaran dari orang-orang shalih terdahulu sangatlah penting, karena dengan begitu kita bisa mempraktekannya dalam kehidupan kita. Sejarah tidak kalah pentingnya daripada ilmu ilmiah ataupun ilmu duniawi yang lainnya, dengan membaca sejarah pikiran kita bisa terisi oleh pemikiran-pemikiran dan perilaku orang-orang bijak yang telah lama mendahului kita, sehingga kita memiliki wawasan yang luas tentang bagaimana cara menghadapi kehidupan yang penuh teka-teki ini.

Coba kita berkaca pada diri kita masing-masing, apakah pantas kita yang belum semulia Rasulullah Saw tidak sabar atau mengeluh menghadapi cobaan dari Allah Swt? Barangsiapa yang bersabar dan selalu bertawakkal kepada Allah, maka Allah tidak segan-segan memberi pahala yang luar biasa kepada siapapun yang Dia kehendaki.
Sabar sendiri dibagi menjadi 3 bagian, pertama yaitu sabar dalam menghadapi ujian atau musibah yang Allah berikan baik itu berupa kemiskinan, lilitan hutang, hingga musibah kecelakaan atau semacamnya. 

Kedua, sabar dalam kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita, maksudnya adalah di saat kita diberi jabatan tinggi atau harta yang melimpah, maka sesungguhnya Allah Swt sedang menguji iman kita, apakah kita tetap tunduk dan patuh kepada Allah (tidak sombong) dan menafkahkan ke jalan yang benar, atau malah kita kufur kepada Allah dengan cara tidak bersyukur kepada-Nya dan membelanjakan harta itu ke jalan yang salah atau sia-sia. 

Ketiga adalah sabar dalam ketaatan kepada Allah, yang dimaksud disini adalah ketika kita di perintah oleh Allah untuk menjalankan sholat, puasa dan ibadah lainnya dan juga menjauhi segala larangannya, apakah kita mampu untuk menerima itu dengan ikhlas karena Allah semata atau terpaksa atau yang lebih parah lagi adalah 'riya' (ingin dilihat orang lain).

Baca Juga : Setiap Kesulitan Pasti ada Kemudahan

Selain itu, sabar bukan hanya berarti kita pasrah mendapat musibah atau bencana. Namun, di saat kita ditakdirkan oleh Allah Swt berupa musibah, maka yang harus kita lakukan adalah dengan berusaha. Berusaha bagaimana caranya supaya musibah yang menimpa diri kita, bisa hilang dan berganti dengan kebahagiaan.

Misal, ada seorang pemuda kaya raya. Ia memiliki bisnis besar dan telah terkenal memiliki cabang di mana - mana. Namun, takdir Allah berkata lain. Perusahaan yang ia bangun selama bertahun - tahun, perlahan - lahan mulai merosot nilai jualnya. Bahkan Perusahaan tersebut hampir bangkrut.

Jika sudah seperti ini, maka sabar adalah kuncinya. Tapi bukan dengan sabar yang tidak memberikan manfaat. Ia harus tetap sabar dan mencari solusi bagaimana supaya perusahaan yang ia miliki kembali bangkit lagi. Mungkin ini adalah ujian yang diberikan kepada Allah Swt. Jika ia sabar, dan terus senantiasa berdo'a juga berusaha, niscaya Allah akan menggantinya dengan rezeki yang berlipat - lipat.

Nah, seperti yang sudah kita bahas pada kesempatan ini, semoga Allah Swt selalu memberikan kepada kita semua rasa kesabaran dan mendapat petunjuk dari-Nya, hingga kita bisa mencapai kesuksesan yang kita inginkan. Seperti Rasulullah Saw ketika menyebarkan dakwah Islamiyah yang selalu di lawan oleh orang-orang kafir namun, karena "kesabaran" beliau Islam bisa sampai tersebar ke seluruh penjuru dunia. Aaamiin.
Wallahu a'lam
Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar